AKHLAK DALAM ISLAM

 

AKHLAK DALAM ISLAM

 

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

            Kata  akhalak disadur dari bahasa arab dengan kosa kata al-khulq yang berarti kejadian, budi pekerti dan tabiat dasar yang ada pada manusia. Setiap manusia dilahirkan dengan tabiat dasarnya yang dibawa dari Allah swt.

            Dari akar kata al-akhlaq, al-khaliq, dan al-makhluk. Al-khlaq adalah potinsi yang pertama dalam jiwa seorang yang mampu mendorongnya baerbuat baik dan buruk tanpa didahului  oleh pertimbangan akal dan emosi. Maksudnya iyalah perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan sehingga menjadi kepribadian. Al-khaliq adalah Allah yang menciptakan alam semesta, termasuk manusia. Dia bukan hanya sekedar pencipta melainkan juga pemelihara dan pemberi semua kebutuhan ciptaanya. Al- makhluk adalah semua alam semesta tedrmasuk isinay yang diciptakan Allah swt.

            Pembentukan ketiga kata itu dari kosa kata yang sama menunjukkan bahwa ketiganay bagaikan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait dalm gerak kehidupan. Akhlak merupakan jembatan penghubung antara khalik dengan makhluknya dan antara makhluk dengan sesama makhluk.

PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN PERBUATAN AKHLAK

Perbuatan akhlak adalah tingkah laku yang muncul dari dorongan akhlak yang berada dijiwa atau prilaku seseorang sebagai penjelmaan ddari sifat mental yang terkurung di qalbunya. Jika tingkah laku itu baik dan dan sudah menjadi kebiasaanya disebut akhlak baik, dan demikian sebaliknya.

Yang dapat disebut sebagai perbuatan akhalk seseorang  ialah :

a.       Perbuatan itu sudah menjadi kebiasaan sehingga telah menjadi kepribadiannya.

b.      Perbuatan itu mudah dilakukan tanpa didahului oleh pertimbangan.

c.       Perbuatan itu timbul dari dorongan hati atau keinginan hati, bukan karena terpaksa.

d.      Perbuatan itu dilakukan dengan sesungguh hati, bukan hanya sekedar bercanda dan kajian ilmiah

e.       Perbuatan itu dilakukan dengan ikhlas (untuk berbuat baik).

f.       Tidak merasa bersalah atau malu setelah melakukannya karna sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari.

Perbuatan buruk yang dilakuakn hanya satu atau dua kali sepanjang hayat, belum dapat dijadikan sebagai ukuran akhlaknya yang buruk. Disamping karena belum termasuk kebiasaan, perbuatan itu dilakukan bukan atas kehendak hati dan pelakunya karena ia masih menyesali perbuatannya. Suatu perbuatan buruk apabila sudah menjadi kebiasaan, jika dilakukan tidak melahirkan rasa penyesalan.

2.      PEMBAGIAN AKHLAK

Dari segi sifatnay, akhak dibagi kepada dua bagian yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela. Jika perbuatan yang sudah menjadi kebiassaan itu sejalan dengan ajaran islam yang bersumberkan kepada Al-qur’an dan Al-sunah, disebut akhlak terpuji, jika kebiasaan itu bertentangan dengan ajaran islam maka disebut akhlak tercela.

            Akhlak dalam Islam meliputi :

a.       Akhlak kepada Allah seperti cinta, taat, atau patuh, iklas, sabar, ridho, syukur, taqwa dan sebagainya.

b.      Akhlak kepada sesama manusia termasuk diri sendiri, keluarga, tetangga dan masyarakat.

c.       Dan akhlak kepada alam yang ada disekitarnya untuk kepentingan hidupnya.

Ibadah akan membentuk akhlak individu, manakala akhlak adalah asas pembentukan pribadi muslim. Jika akhlaknya baik, maka pribadinya menarik dan begitu juga sebaliknya.

a.       Sebagi contoh Sholat, sebelum mengerjakan ibadah sholat, umat Islam dibimbing supaya senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Sebab itulah disyaratkan mepada umat Islam  berwudhu (mengambil air wudhu) de ngan membersihkan muka, tangan dan tapak kaki daripada segala najis dan kotoran. Ibadah sholat juga dapat memelihara diri manusia dari pada melakukan kemungkaran dan diri akan terkawal daripada kemaksiatan.

b.      Ibadah puasa juga mempunyai hikmahnya tersendiri. Selain menandakan kesyukuran atas nikmat Allah, puasa juga melatih umat Islam supaya  bersih dari sifat-sifat buruk seperti tamak, hasud, ria, takabur sombong dan lainnya sifaf buruk. Kerna dengan berpuasa sesorang dapat menahan diri dari lapar dan haus tetapi juga dapat melatih diri melakukan sifat-sifat terpuji, seperti sabar, tolong menolong, mengasihi sesama dan lainya sifat yang baik.

c.       Zakat selain membersihkan diri dari sifat bakhil dapat juga membentuk individu yang bersifat pemurah,  rajin berusaha dan suka menolong orang yang susah.

d.      Haji dengan melaksanakan ibadah Haji maka seorang yang beragama Islam dapat mendisiplinkan diri dari perkara-perkara yang pasik, sebaliknya mereka didorong melakukan perkara-perkara perbaikan dan kebajikan.

KESIMPULAN DAN PENUTUP

1.      KESIMPULAN

Akhlak atau perilaku sebagi potensi yang bersemayam dalam jiwa menunjukkan bahwa akhlak itu abstrak, tidak dapat diukur dan diberi nilai oleh indrawi manusia. Untuk memberi penilaian baik atau buruknya akhlak seseorang dapat dilihat dari perbuatan-perbuatan yang sudah menjadi kebiasaannya dan inilah yang disebut perbuatan akhlak.

Pribadi yang berahklak akan dapat membawa banyak mamfaat, bukan hanya bagi diri sendiri namunjuga bagi lingkungan disekitarnya. Karena kumpulan orang yang berkepribadian seperti ini mampu mewarnai lingkungan dalam suasana penuh kebaikan.

Ibarat sebuah tanaman, akhlak adalah merupakan buahnya. Hal yang pokok dibenahi pembentukan buah (akhlak) adalah akar pohonya (akidah). Bila akar menghujam kuat maka terpaan angin tidak akan mudah merobohkannaya.

2.      PENUTUP

Demikian uraian tentang akhlak ini walaupun hanya sekelumit diharapkan ada mamfaatnya bagi pembaca dimana saja berada…aamiin..


Comments

Popular posts from this blog

Bantuan Alat Masak Berbasis Listrik dari PT. PLN

Tindak Lanjut Hasil Penanganan Diduga Terjadinya Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu

Monitoring Pilkada Provinsi Riau 2024