ARBA MUSTAMIR
ARBA MUSTAMIR
Arba
Mustamir adalah sebutan hari terahir pada bulan Safar yang jatuh pada hari Rabu,
sebagian masyarakat meyakini hari tersebut adalah hari yang sakral. Untuk itulah
masyarakat mengadakan suatu acara yang disebut Arba Mustamir, dengan
bersasma-sama membaca Al-qur’an surat Yasin sebanyak Tiga kali.
Membaca
surah Yasin yang pertama didahului dengan niat dan berdo’a, untuk dipanjangkan
umur, dibeikan kesehatan, dan dijaukan dari segala bala bencana. Membaca surah
Yasin yang kedua juga didahului dengan niat dan berdo’a, untuk diberikan rezki
yang banyak dan halal, dan membaca surah Yasin yang ketiga juga didahului
dengan niat dan do’a, meminta ditetapkan Iman sampai akhir hayat. Kemudian dilanjutkan
dengan mambaca tahlil serta do’a dan diakhiri makan bersama.
Keyakinan
suatu masyarakat yang mempecayai adanya hari atau bulan sial atau bisa datang
bala bencana disuatu tempat, itu adalah merupakan kepercayaan orang-orang
jahiliyah, sebelum kedatangan Islam. Agama Islam sendiri tidak mengajarkan
demikian.
Namun
kerna Islam adalah Agama yang toleran dengan konteks sosial budaya masyarakat
penganutnya, maka selama hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip
ajaran Agama Islam, keadaan yang demikian boleh saja dilakukan. Hal yang sama
berlaku pada pembacaan amalan tertentu yang tentunya bersal dari Al-qur’an demi
kepentingan tertentu pula, asal tetap dijaga agar tidak menjadi hal yang berbau
syirik.
Amalan
atau suatu bacaan itu lebih baik jika dilakukan rutin setiap hari, sedikit
tetapi konsisten daripada banyak tetapi jarang, ini sesuai dengan ajaran yang
diajarkan Agama Islam. Selama amalan itu ada dasarnya dari Al-qur’an atau
hadist, baik yang tersirat maupun yang tersurat, maka boleh-boleh saja seperti
amalan tasbih Nabi Yunus atau amalan-amalan Do’a.
Comments
Post a Comment